Harut dan Marut termasuk bangsa malaikat yang mulia. Keduanya memandang bahwa malaikat lebih utama daripada anak cucu Adam, lantaran malaikat tidak pernah maksiat kepada Allah, ahli dzikir dan tasbih, serta tekun beribadah, sedangkan keturunan Adam adalah para ahli maksiat, pelaku dosa dan kezhaliman. Allah pun memberi wahyu kepada keduanya, “kalian berdua, Harut dan Marut, akan seperti anak cucu Adam jika kalian berdua memiliki nafsu syahwat, bahkan kalian berdua bisa melakukan dosa yang lebih dasyat dari perilaku manusia.” Harut dan Marut menjawab, “ Maha Suci Engkau, ya Allah! Tuhan kami, tidak seharusnya bagi kami untuk bermaksiat kepada-Mu.”Setelah itu, Allah memberi keduanya hawa nafsu, lalu menurunkan mereka ke negri Babilonia. keduanya diperintah untuk menghukumi manusia dengan kebenaran dan menganugrahkan mereka kemampuan sihir. Jika sore hari tiba, keduanya menyebut asma Allah Yang Maha Agung dan naik kelangit. Hal ini berlangsung selama sebulan.
Hingga akhirnya, datang kepada keduanya seorang wanita yang cantik parasnya dan elok perawaka tubuhnya, namanya Zuhrah, anak bangsawan dan pembesar dari negri Persia ( Iran ). Ia mengadukan permasalahanya kepada Harut dan Marut dengan bersikap genit dan amoral. Ia mengurai rambutnya kebelakang, membuka cadar wajahnya, dan menguji keduanya. Saat itu, setan menjadikan Harut dan Marut memandan indah wajah itu, hingga keduanya terperosok kedalam kubangan hawa nafsu. Keduanya saling mengutarakan rasa cintanya atas wanita itu, mereka berhasrat untuk memilikinya. Namun, sang wanita menolak. Ia berkata, “ aku tidak akan menyerahkan diriku kepada kalian,sampai kalian berdua bersujud kepada berhala dan meminum khamr.” Keduanya pun ( Harut dan Marut ) menolak.
Wanita itu kemudian pergi meninggalkan mereka berdua. Ternyata, kepergianya ini semakin membuat rasa cinta Harut dan Marut bertambah. Karena tidak terbendung, Harut dan Marut pun pergi menuju rumah sang wanita. Setelah sampai di rumah nya, mereka diberi hidangan oleh wanita itu. Mereka menyantapnya. Lalu, keduanya kembali berhasrat untuk menggaulinya. Dan si wanita berkata, “kalian berdua telah mengetahui apa yang aku inginkan.” Keduanya lalu berkata, perbuata syirik adalah dosa besar, pembunuhan adalah dosa yang besar, sedangkan minum khamr dosanya lebih ringan dari semua itu, sehingga kita pun bisa memohon ampun kepada Allah.”
Akhirnya, mereka berdua meminum khamr. Ketika dalam keadaan mabuk, keduanya menggauli dan berzina dengan si wanita. Tiba-tiba, ada seorang lelaki yang melihat perbuatan nista itu, hingga mereka membunuhnya. Wanita itu lantas berjanji untuk tutup mulut asalkan mereka mau bersujud kepada berhala. Keduanya pun sujud dan menjadi kafir.
Akibat perilaku tersebut, Harut dan Marut dinaikan ke langit. Allah lalu membuat pilihan kepada keduanya antara azab di dunia atau azab di akhirat. Keduanya pun memilih azab di dunia, sebab keduanya tahu secara persis akan kepedihan azab di akhirat, serta lama dan tersiksanya di sana. Konon, mereka di siksa di wilayah Babilonia. Kepala mereka digantung dengan rantai besi, dan antara mulut mereka dengan air jaraknya sangat berdekatan, yakni sebatas jari. Semua asap dunia pun masuk kedalam hidung mereka, dan keluar dari dubur mereka, sebagai siksaan tambahan. Dan, mata merek selalu terbelalak dan terjaga serta wajah mereka dihitamkan.
Lihatlah! Dua sosok malaikat itu telah dikalahkan setan melalui bujuk rayu nafsu. Keduanya memandang wanita itu dengan penuh kobaran bara api nafsu syahwat yang menyala-nyala, hingga mempengaruhi akal dan pikiranya. Mereka ingin melampiaskanya. Dan, ketika sang wanita menolak untuk memenuhi hasratnya, mereka pun berani melakukan negosiasi. Dalam negosiasi tersebut, sang wanita mengajukan permohonan supaya mereka meninggalkan Allah dengan cara bersujud menyembah berhala. Semua itu hanya tipu daya dari setan yang terkutuk.
No comments:
Post a Comment