Manusia Makhluk Tuhan Palimg “SEXi”Salah satu dari sekian banyak cipataan-Nya adalah tuhan mencipatakan sesosok makhluk yang bernama manusia. Dengan kemampuan yang diberikan Allah, manusia menjadi makhluk yang paling sempurna dibandingkan mahluk lainya. Yang membedakan manusia dengan seluruh ciptaan Tuhan adalah Akal. Dengan akal ini manusia bisa berpikir. Dalam Al qur’an terdapat beberapa ayat yang menyebutkan kita sebagai manusia diharuskan untuk berpikir……… coba kita sekarang sejenak berpikir, merenungkan kembali asal usul kita, untuk apa kita diciptakan dan kemana arah tujuan ketika jagad dan pernak-perniknya suatu saat akan hancur musnah. Sebenarnya untuk apa kita diciptakan sebagai manusia? Tidak lain dan tidak bukan, adalah untuk mengabdi kepada-Nya . seperti termaktub dalam
Al qur’an…..,.
Dari ayat diatas dapat dimaknai bahwa umat manusia dan jin diciptakan untuk beribadah kepada Allah,. Namun sangat disayangkan ketika kita sebagai manusia yang dibekali, mungkin dengan kecantikan/ketampanan hanya digunakan untuk menaklukan lawan jenis dan berganti-ganti pasangan sembari membanggakan diri memupuk rasa ke AKU an. Sangat disayangkan jika kita di amanahi tuhan dengan kesehatan, kekayaan, tapi malah digunakan untuk berpesta buta untuk menikmati kesenangan hidup. Merugilah orang-orang miskin yang hidupnya sekedar untuk meratapi nasibnya yang tidak berada.
Oleh karena itu, janganlah dunia menjadi penghalang untuk menyingkap tabir keghaiban Nya. Kembalilah…, basuhlah dirimu yang kotor penuh dengan lumuran kebusukan untuk menghadap kepada-Nya.Hiduplah engkau dengan segala kerendahan hati.isilah hari-harimu dengan beribadah.
Nah berlanjut lagi dengan pertanyaan ibadah yang bagaimana? Apakah cukup dengan sholat yang dilakukan dengan gerakan jungkat-jungkit, dan segala ritual tetek bengeknya. Apakah cukup hanya ditebus dengan berdakwah di panggung. Atau barangkali hanya dihargai dengan sejumlah pangkat/gelar. Allah itu Maha tinggi derajatnya, tidak melihat dari pangkat. Entah itu presiden, kyiai, ataupun dengan gelar spd,I prof . akan tetapi iman kita yang akan dibawa untuk dipertanggung jawabkan. Segala penghambaan diri, baik secara fi’liyah atau ma’nawiyah, merupakan wujud rasa syukur kita terhadap tuhan semesta alam. Yang telah memberikan kita kekuatan untuk melakukan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Betapa sombongnya orang yang melakukan sedikit ibadah, lalu menganggap rendah orang lain. Kalau sperti itu, keangkuhan telah menyelimuti diri dengan berkedok ibadah. Setan sebagai the real enemy bagi manusia telah mengaburkan pandangan melalui kebaikan – kebaikan yang telah aku,kamu dan kita perbuat. Bahkan ibadah yang kita lakukan seumur hidup kita, tidak kan mampu untuk menebus cinta kasih Tuhan kepada kita. Kecuali atas ridhaNya lah kita bisa hidup di dunia dan akhirat nanti.Jadi bukan sekedar untuk mendapatkan surga atau neraka. Andaikata tuhan tidak mencipatakan surga dan neraka. Jikalau Allah SWT tidak menyediakan pahala dan dosa. Apakah masih ada secuil imanmu pada-NYa.
Namun perlu dicamkan.! Selagi kita masih hidup didunia,maka masih membutuhkan perangkat untuk hidup. Apalagi dengan realita zaman saat ini hampir seluruh lini dalam formasi kehidupan, membutuhkan Rupiah. Seorang suami mencari rupiah untuk menafkahi keluarga. Untuk mencapai pengetahuan membutuhkan berbagai pengorbanan dan juga rupiah.seluruh rakyat Indonesia butuh rupiah untuk menopang kebutuhan hidup. Jadi dalam kehidupan kita di dunia tidak melulu digunakan untuk terus-menerus beribadah sehingga melalaikan tugas kita didunia. Kita sebagai manusia juga perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seperti hadits nabi Muhammad SAW:
Bekerjalah untuk duniamu, seakan-akan kau hidup selamanya.
Dan beramalah untuk akhiratmu seakan-akan besok ajal menjemputmu.
Artintya , beramalah engkau semaksimal mungkin didunia untuk akhiratmu.
Perlu adanya komposisi yang serasi agar kita bisa suxes mengarungi dunia dan akhirat.
Sperti kata imam Al Ghazali:-
• Gila hormat……. Haram
• Gila harta…………. Haram
Tapi jadi orang terhormat WAJIB & jadi orang kaya HARUS.
Walupun Allah memberikan amanah kepada kita sebuah kekayaan atau kehormatan.. jangan sampai kekayaan dan kehormatan yang dititipkan Allah pada kita menjadikan kita lupa untuk bersyukur kepada dzat yang MAha kaya.
Ingatlah Allah ketika kamu senang, maka Allah akan menyertaimu disaat kamu sedih.
No comments:
Post a Comment