Monday, October 24, 2011

KEAJAIBAN DAN KASIAT SHALAT 5 WAKTU

APA YANG TERJADI DIWAKTU SHALAT
Saat shalat subuh hormon Kortizon Yang berfungsi untuk melahirkan energi bagi tubuh manusia, akan bertambah pesat jumlahnya pada saat masuknya waktu shalat fajar seiring dengan meningkatnya tekanan darah. Oleh sebab itulah setelah shalat fajar antara jam enam sampai jam sembilan pagi manusia akan merasa begitu bertenaga. Pada waktu seperti ini juga, kepadatan lapisan ozon di udara mengalami peniningkatan.  Diamana gas ozon ini memiliki efek positif terhadaf fungsi organ saraf dan menggiatkan aktifitas berpikir pada otak.

Jadi, cahayalah yang menggiatkan hormon pemicu energi, seperti hormon kortizon dan hormon kelelakian tempatnya di pertengahan siang, serta menurunkan produksi hormon Melatenin melalui kelenjar Pineal. Pada jam – jam aktifnya suplay cahaya, saat itulah aktivitas biologis tubuh mencapai puncak, dan dimulailha peningkatan aktivitas sympatetic system yang menjadi perangsang hormon – hormon pemicu energi merangsang kecepatan detak jantung, menaikan tekanan darah, meningkatkan energi untuk setiap aktivitas yang diperlukan, menambah suplay darah ke otak, serta meningkatkan respon otak, kosentras, dan koordinasi otak dengan otot penggerak. Manfaat cahaya yang lain adalah meningkatkan hormon kortizon, meningkatkan aktifitas penyaringan zat gula menguraikan lemak dan protein. Selain itu juga membantu tubuah untuk mendapatkan asam amino dan menambah energi yang diperlukan untuk aktifitas disiang hari apa yang terjadi pada waktu shalat dhuhur bertolak belakang dengan waktu subuh.
Pada waktu ini, produksi hormon kortizon terus mengalami penurunan sampai batas yang sangat rendah. Disaat – saat seperti inilah manusia mengalami kelelahan, dimana kalau dihitung dari bangun pagi sampai waktu dzuhur, maka manusia sudah beraktifitas selama tujuh jam. Disinilah letak manfaat shalat dzuhur yang berperan besar dalam memberikan rasa tenang dan tentram pada hati dan jasad yang sedang kelelahan. Setelah melaksanakan shalat dzuhur, kita dianjurkan tidur selama 1 jam untuk menyegarkan tubuh dan mengembalikan energi. Waktunya adalah sesudah shalat dzuhur dan sebelum shalat ashar. Tidur disaat seperti ini dinamakan dengan Qaylulah.
Secara ilmiyah telah dibuktikan bahwa pada jam – jam seperti ini, secara umum tubuh manusia memang melalui masa – masa yang sangat berat. Dimana zat – zat kimia yang bersifat membius mengalami peningkatan porduksi didalam tubuh dan merangsang untuk tidur. Peristiwa ini terjadi sekitar kira – kira 7 jam setelah bangun pagi. Sehingga tingkat konsentrasi dan jumlah energi menjadi menurun. Maka apabila kita tidak memanfaatkan waktu seperti ini untuk tidur dan beristirahat, koordinasi saraf otot dengan otak akan semakin berkurang.
Berikut ini adalah peristiwa – peristiwa yang dialami tubuh manusia diwaktu tengah hari. Meningkat kadar hormon testosterone hingga mencapai puncaknya. Terus meningkatnya kadar hormon Adrenaline. Rasa lapar yang menimbulkan perasaan tegang meninkatnya aktivitas jantung. Sehingga diwajibkan untuk tidak mengerahkan tenaga dijam – jam seperti ini seperti yang diterangkan oleh Altegram dan Doubson, bahwa kemungkinan terhentinya kerja jantung semakin tinggi terjadi di sepanjang jam 1 sampai jam 3 siang begitu juga antara jam 6 sampai jam 9 sore.
Dan kalau kita perhatikan pada penderita tekanan darah tinggi, ritme biologis pada tubuh manusia tidak akan berubah meskipun detak jantung cepat, atau tingginya tekanan darah, dan adanya hormon – hormon Catecholamine. Atas dasar ini bisa disimpulkan bahwa: tingkat ancaman serangan penyakit  jantung menjadi berkali – kali lipat pada waktu setelah dzuhur. Produksi hormon Adrenaline akan tetap mencapai tingkat tertingginya bahkan pada kondisi tubuh sedang sakit sekalipun seperti penyakit tekanan darah tinggi. Dimana puncak produksi hormon Adrenaline tersebut terjadi setelah waktu Dzuhur seperti yang juga terjadi pada kondisi tubuh normal.
Sudah diketahui dengan jelas, bahwa sebaiknya para penderita penyakit jantung ataupun tekanan darah tinggi, selalu memanfaatkan waktu istirahat dengan baik dan meninggalkam kesibukan sehari – hari pada waktu setelah dzuhur. Ini bertujuan mengistirahatkan jantung dari aktivitas yang berat, serta untuk menjaga kerja jantung.
Kemudian, tibalah giliran shalat Ashar yang akan membantu tubuh untuk mengembalikan energi dan meningkatkan kadar adrenalin di dalam darah. Oleh sebab itu, akan terlihat peningkatan aktivitas dalam fungsi setiap organ tubuh khususnya lagi pada jantung.
Dalam hal ini, shalat Ashar memiliki peran yang sangat penting untuk mempersiapkan tubuh dan jantung menghadapi aktivitas baru. Karena ditakutkan akan muncul efek yang berbahaya bagi penderita penyakit jantung jika terjadi perubahan mendadak dari kondisi kerja ringan ke aktivitas yang lebih berat. Pada waktu Ashar tersebut produksi homon adrenaline mengalami peningkatan, maka tersingkaplah rahasia mengapa kita diperintahkan untuk memelihara dan menjaga waktu Wustha ini. dengan menunaikan shalat Ashar, itu berarti kita sedang melakukan aktivasi jantung secara bertahap. diwaktu shalat Maghrib, terjadi peunurunan produksi hormon kortizon yang diiringi dengan mulainya penurunan pada tubuh dan perubahan kondisi alam dari terang ke gelap. kondisi seperti ini sama sekali bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada waktu subuh. pada waktu maghrib, produksi hormon melatonin yang merangsang tubuh untuk beristirahat dan tidur akan meningkat. sehingga tubuhpun menjadi lemah dan terkesan ingin bermalas - malasan. dalam hal ini shalat maghrib dikatakan sebagai terminal transisi bagi perubahan kondisi tubuh tersebut.

redaksi : Buletin macopat Syafaat
gambar : google

No comments: